Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 September 2011

Kedatangan Linkin Park di Jakarta


Linkin Park in Concert

Jakarta, 21 Sept 2011 Stadion Utama GBK

Setelah penantian selama 7 tahun akhirnya band kesukaan gw konser "Lagi" dijakarta, walau kali ini diselenggarain dipusat kota jakarta tp ada beberapa hal yang ngeganjel saat jauh hari sebelum konser dimulai maupun hasil dr konser itu.

Hal pertama yg sangat gw sayangkan adalah, kenapa pulak yg ngedatengin Linkin Park itu bukan Promotor yg udah terbiasa ngedatengin band-band hebat yg pernah konser disini (Indonesia). promotor yg nanganin konser Linkin Park kali ini adalah promotor yg terbiasa nanganin "Hiburan Keluarga" seperti Disney on ice, dll. #garuk2aspal mungkin ada beberapa hal yang sudah kita ketahui bersama dimana kelebihan & kekurangan dari promotor baru yg menangani sebuah konser Band berkualitas. Kelebihan dimereka salah satunya adalah karena punya modal besar! #NgelapIngus

Promotor sebuah acara kalau sudah bicara modal besar, sangat tidak mungkin utk diragukan tapi promotor ini adalah promotor baru yg akan jadikan Linkin Park sebagai percobaan untuk mereka. Hasilnya adalah : Biaya tiket yg terlampau mahal, pembelian sound system baru (adamson) untuk mereka, setting lampu & visual kurang maximal, minimnya sponsor saat pertama kali di launching tiket, ribetnya pengaturan regulasi untuk para LPU, dll. Minimnya pengetahuan promotor terhadap LPU ini sangat disayangkan, dan yang paling parah adalah di Lelangnya tiket Meet & Greet oleh promotor. #JedotinKepala

Tapi yang gak kalah serunya adalah, bertemunya para Linkin Park Syndicate "gaek" [milist yg dimoderatori oleh imod] setelah selama ini cm bisa cuap2 di mailing list saat konser 2004 lalu. berbagi pengalaman share atribut mereka dll. [i luv u all] yang sampai sekarang kita gak habis fikir ternyata makin bertambahnya umur & semakin meraja lela-nya para ababil (LP Fans bocah) membuat kita-kita seperti mimpi buruk. saat libert (cewek loh dy :P) berada dikerumunan penonton di kelas Festival dy dengerin perbincangan para ababil "Sebel. Di samping gw ada abegong teriak... 'mike shin oda!'... terus... 'eh..vokalis yg bule satunya itu siapa ya?!?'" hahaha.. yeah, setidaknya mereka para ababil itu cuma mampu beli tiket & "mungkin" tergolong tajir. #garuk2muka

Ada hal yang gak serunya saat penantian konser Linkin Park selama ini, mulai dari proses pembelian tiket pre-sa
le, ikut-ikut kuis dimana-mana (berharap dpt tiket yg lbh mahal drpd gw beli), nyari-nyari info, dll. saat H-2 gw diminta bantu cari tiket utk temennya temen gw, bermodalkan mental calo akhirnya terpaksa gw pontang-panting cari tiket sana-sini agar dpt harga murah & bisa dijual kembali tanpa modal banyak. setelah coba-coba hubungi sana-sini dapet lah menuju ke satu orang (sptnya orang yg sama gw hubungi saat "hunting" itu), orang itu menjual tiket Blue Section yg mana harganya utk 1 org Rp 1.900.000. Maka terjadilah transaksi itu dan pulang kerumah dengan hati berbinar, berbunga-bunga, cengar-cengar, senyam-senyum, mesam-mesem, dll. #liatisidompet #lebay? #biarin..

secara overall konser penantian selama 7 tahun ini pun cuma sekedar melepas kerinduan akan melihat langsung penampilan Linkin Park. ya walau tidak tertutup kemungkinan sambil teriak-teriak menakar suara gue & chester lah... *upss*


Hal-hal lain saat sebelum terjadinya konser LP : #gakpenting #abaikan
- gw di rempongin sm orang yg butuh tiket sampe2 pulsa gw sekarat semua.

- Widi (vierra) gak pernah hubungin gw selama kerja dimusica, saat itu dy telp & sms gw bertubi2, cuma karena minta tolong cariin tiket yang harganya dibawah harga normal. #tepokjidat
- pengen daftar LPU-X gk dikasih, padahal pengen bener ikutan M&G :(
- banyak2in postin
g di salah satu Thread kaskus, alhasil post count gw bertambah. #nyengirkuda
- rajin buka2 website linkinpark.com
- rencana mau izin pulang jam 3, ternyata gak bisa... #kampret
- tiket dibawa imod, untung gk ada kendala.. #hehehe #piss
- makan telat, keasikan antri saat mau masuk.
- gue beli tiket untuk kelas Purple harganya 690.000 (itu u
dh beli pre-sale) #promotorkampret
- HP lowbatt, gk bisa foto2 & mengabadikan moment indah ini #fiuhh
- sampe rumah tengah malem, bini & mertua nungguin gw dirumahnya #SoSweet





















udahan dulu, nnt sambung lagi.. :D

Rabu, 22 Juni 2011

Linkin Park ke Jakarta

Linkin park kembali konser ke Jakarta, setelah konser pertama mereka pada 13 Juni 2004 lalu. setelah beberapa tahun para penggemarnya yang berada di Indonesia sangat menunggu kedatangan mereka akhirnya tahun ini mereka akan tampil kembali di Gelora Bung Karno pada tanggal 21 September 2011. band kesayangan saya ini tercatat mempunyai fans yang tersebar diseluruh Indonesia terdapat 2.4 juta fans, nomor kedua terbesar setelah Amerika (2.7 juta).

Beberapa promotor berebut untuk bisa mendatangkan mereka termasuk diantaranya TP Original & Bigdaddy. rasa bersyukur bahwa kedatangan mereka mendapatkan berita positif yang di umumkan lewat account twitter resmi Linkin Park bahwa mereka akan tampil di Jakarta - Indonesia pada tanggal 21 September 2011 nanti, maka berbondong-bondong lah fansnya untuk bisa mendapatkan tiket band kesayangan mereka. tanggal 16 Juni 2011 tiket untuk penjualan Pre-sale mereka umumkan dan mereka luncurkan di Tenis Indoor Senayan. saat itu tiket dijual untuk member LPU (Linkin Park Underground) atau biasa disebut fans fanatik mereka untuk bisa mendapatkan konser Linkin Park. tetapi pengetahuan dari promotor mengenai arti dari LPU ini terbatas, sehingga lampiran untuk pembelian pre-sale untuk LPU ini dapat di akses oleh semua orang & di umumkan pula dimana-mana. menurut sepengetahuan saya, LPU itu member yang membayar sejumlah uang kepada management Linkin Park agar mendapatkan fasilitas-fasilitas mengenai band tersebut. seperti merchandise, kesempatan untuk Meet & Greet, live chat dengan para personil, dll. termasuk salah satunya kesempatan untuk pembelian tiket lebih awal (pre-sale).

Konser mereka kali ini di tangani oleh Promotor yang terbiasa menangani hiburan keluarga seperti Disney on ice. dan menurut pernyataan mereka di account twitter promotor ini konser Linkin Park kali ini adalah sebagai Project percobaan mereka untuk menangani konser musik. mengenai prosedur / pembelian tiket dari mereka itu memang di akui sangat memuaskan & sudah pasti aman. karena sistem yang mereka pakai sudah terbukti & digunakan oleh beberapa negara-negara di eropa. tetapi sayang, harga tiket yang mereka keluarkan untuk tiap kelas itu terlampau sangat mahal bagi sebagian kalangan masyarakat terutama para Fans Linkin Park itu sendiri. dengan terbiasanya promotor menangani hiburan keluarga & beralih untuk coba-coba menangani konser musik akhirnya terlihat sangat kurang profesionalnya.

Mungkin untuk event sekelas hiburan keluarga cara mereka itu benar & berjalan, tetapi kenyataannya pada saat event konser musik untuk sekelas Linkin Park ternyata Nol Besar bagi mereka. penjualan tiket mereka sampai saat ini sudah terjual 5000 tiket padahal tiket yang mereka akan jual sebanyak 25.160 yang tersedia untuk berbagai kelas. protes mengenai tingginya harga tiket inipun semakin mencuat, fans-fans yang tergabung dalam berbagai komunitas mulai membuka suara & fans-fans yang mempunyai budget minim pun terpaksa gigit jari tidak dapat menonton konser band kesayangan mereka ini. terlampau tingginya harga tiket ternyata tidak di hiraukan oleh Promotor, dengan kurangnya penjualan pre-sale mereka ini mereka (promotor) pun menjual tiket khusus untuk pelajar yang dapat di cicil dengan 3x angsur.

Menurut keterangan dari pihak promotor seperti diungkapkan di account resmi twitter mereka, bilang sampai saat ini (pd tanggal tersebut) promotor belum mendapatkan sponsor. lain halnya dengan promotor yang sudah terbiasa menangani event-event / konser-konser musik lainnya, yang sudah pasti mencari sponsor demi mengurangi harga tiket dan operasional lainnya. kehadiran sponsor pada sebuah event sangat diuntungkan oleh semua pihak. pengumuman maupun info-info mengenai kedatangan band inipun masih sangat minim kita ketahui diberbagai media cetak, maupun televisi & radio.

Mudah-mudahan mendekati event nanti tiket sold out & para penggemar Linkin Park di Indonesia pun merasa puas. tentunya masalah-masalah kekurangan tersebut dapat diatasi dan ditangani secara serius oleh pihak promotor tersebut sebelumnya.

Jumat, 20 Mei 2011

Jalan Jalan Tidak Harus Mahal


Bagi anda yang senang akan pengalaman baru & mempunyai jiwa petualang,
Jalan-jalan (Travelling) bukanlah hal yang mustahil & sulit anda lakukan disaat keadaan seperti apapun.
Setiap orang yang beranggapan bahwa Travelling adalah suatu hal pemborosan & memerlukan biaya yang tidak sedikit itu akan mengganggu & lebih baik menghabiskan waktunya untuk berada di rumah atau suatu kondisi maupun keadaan yang sangat monoton. Memang bagi sebagian orang untuk "Tidak Kemana-mana" adalah Hal yang sangat menyenangkan dan mengasyikan.

Tapi, tahukah anda.. Bahwa dunia diluar memberikan kita banyak pengetahuan, pengalaman, dan banyak hal yang bisa kita ambil dari sisi positif maupun negatifnya. Tergantung bagaimana anda menyikapinya. Bagi saya pribadi, untuk mendapatkan suatu pengalaman dan pengetahuan akan suatu lingkungan bukanlah kendala untuk tetap Travelling. Karena ada beberapa hal yang sangat saya sukai ketika berada Di Jalan, Di suatu tempat yg asing, Di suatu keadaan yang berbeda dari biasanya, dll.

Pada 25 November 2010 - 27 November 2010, saya dan beberapa teman melakukan perjalanan menuju Singapore. Wich is, itu adalah pertama kalinya saya naik pesawat, travelling keluar negri, pertama kalinya punya Passport, dan banyak hal lainnya adalah merupakan Hal Pertama untuk saya.

Pengalaman ini di mulai dari beberapa Bulan sebelumnya yang menggunakan Maskapai Penerbangan Air Asia, dengan berbekal sedikit pencerahan & pengetahuan yg saya dapat maka saya dan beberapa teman-teman berniat untuk pergi keluar negri untuk pertama kalinya. Pada saat itu ada +/- 16 Orang teman saya yg sudah fix & bersedia untuk ikut pergi bersama-sama, tetapi sayangnya ada beberapa orang pada saat hari H membatalkan kepergiannya, ada yg beralasan tidak dapat izin dari Suami, Sibuk dengan Kuliahnya & ada yg sedang Berduka karena di tinggal orang tuanya.

Dari sekian banyak teman yang ikut, hanya +/- 2 Orang yg sudah mempunyai Passport & pernah berpergian keluar negri?!! Yup, gila memang.. Sebagian dari kami adalah orang-orang norak, kampungan & ekonomi menengah kebawah, tetapi kami tidak minder atau mematahkan semangat kami untuk bisa berpergian keluar negri demi sebuah pengalaman yang luar biasa. Kesibukan akan persiapan sudah terjadi pada saat 1 Minggu Setelah booking tiket pesawat, ada yang mesti menyiapkan Passport & terkendala dengan dokumen2 pendukung pembuatan passport, dll.

Tekad kami sudah bulat & berhubung waktu keberangkatan yang masih sangat jauh, maka kami sempat mengumpulkan sedikit demi sedikit uang untuk biaya hidup selama di Singapore. Bahkan pada saat pemesanan tiket pesawat itu kami mencoba nekat dengan booking tiket berdasarkan nama sesiai KTP karena sebagian kami belum ada yg punya pasport dan hasilnya Voila! Tiket sudah terpesan, Passport jadi, dan akhirnya kami berangkat ke Singapore.

Dengan bermottokan Travelling ala Backpacker, maka kami mencari penginapan & segala keperluan yang bisa di tekan dari segi biayanya. Dengan budget masing-masing perorang +/- 1jt - 2jt segala keperluan mengenai penginapan, makan, transportasi, tiket Universal Studio Singapore & beli oleh2 (walau peraturan Utama seorang Backpacker pantang beli oleh2, tetapi akhirnya kami beli juga dengan budget minim). Mensiasati keperluan makan selama disana dengan membawa Mie Instant sebanyak mungkin, makanan beku untuk dimasak dipenginapan, sedikit menahan lapar, dll.

Sedikit perincian yang dpt saya catat pada saat Trip ke Singapore :
> Persiapan Menjelang Keberangkatan :
- Pembuatan Passport :
- 400.000 : Lewat Orang Dalam & 1 Minggu Jadi
Alternatif : * 270.000 Harga Resmi & Bikin Online*
- Bekal / Cemilan : +/- 100.000
Total : Rp 500.000,-

> Sebelum Berangkat & saat kedatangan
- Akomodasi (tiket Air Asia) per Orang : Rp 616.000,-
- Airport Tax (di Soetta) : Rp 150.000,-
- Angkutan Menuju Soetta : Rp 35.000,- *Damri, rute Blok M - Bandara*
- Taxi Bandara - Rumah : +/- Rp 100.000,-
Total : Rp 901.000,-

> Saat berada di Singapore
- Penginapan (Footprints Hostel) : SGD $23.00 x 2 Malam = $46.00 (rate Kurs SGD $1 : Rp 7.000)
- Transport (MRT & Bus) : SGD $20.00 (+/-)
- Tiket Universal Studio Singapore : SGD $60
- Oleh2, dll : SGD $30.00
Total : SGD $156.00 ( Rp 1.092.000)

> Sub Total : Rp 2.493.000
Angka ini d Kumpulkan dari +/- 6 Bulan Sebelum Keberangkatan & Tabungan

Nah jika anda mempunyai penghasilan perbulan minimal Rp 1.000.000/bln bukanlah hal yang mustahil khan untuk bisa anda kumpulkan & mengejar impian anda bisa travelling. Sekarang kembali kepada diri anda sendiri, seberapa pantas anda menghargai jerih payah selama anda bekerja & ingin memanjakan diri anda untuk bisa mendapatkan pengalaman baru. Jika anda pikir ini merupakan pemborosan & tidak berguna, berfikirlah 2, 3, atau bahkan 100x.

Jadi, jangan pernah berhenti bermimpi, berhayal & mengejarnya. karena hasilnya akan terasa manis jika anda mencapainya itu semua. Sedikit yang bisa saya share mengenai Cara Sudut Pandang sedikit orang yang menganggap Keluar Negri / Travelling identik dengan ORANG KAYA, SOMBONG, PEMBOROSAN, dll. Semoga bermanfaat.

Cheers
iecal

Jumat, 23 Oktober 2009

PT. Megatama Informatika

ada yang udah pernah dengar nama perusahaan tersebut?
saya kemarin ( 22 October 2009, pukul 14.00 wib) di minta kedatangan saya ke perusahaan tersebut yang beralamat di Gedung Sampoerna Strategic North Tower lt.21 Jl. Jend Sudirman. Gedung tersebut sangat prestisius karena bisa di bilang gedung termewah di jakarta selatan.

Tetapi siapa yang mengira perusahaan ini bisa berada di gedung tersebut yang terkenal harga sewanya sangat mahal, perusahaan seperti ini biasanya menempati di salah satu lantai BEJ (Bursa Efek Jakarta) seperti Maxgain, dll.

Ya memang seperti Maxgain, perusahaan sejenis ini memberikan informasi lowongan palsu yang terkait dengan latar belakang pendidikan kita. sebagai contoh, saya serius di bidang IT, perusahaan tersebut membuka lowongan utk IT. Tetappiii.... saya di minta training untuk menjadi Finance Consulting selama 1 minggu... (tepok jidat) please deh... baru tumben penyalur tenaga kerja memberikan training yang tidak sesuai dengan bidang yang saya geluti...

contoh info lowongan : http://bursa-kerja.ptkpt.net/_e.php?_e=_lht&id=4387#a

intinya, hati2 yah buat rekan2 yang menerima panggilan interview dari perusahaan ini...

Selasa, 04 Agustus 2009

Hari Ulang Tahunku Duka Bagi Fans Mbah Surip

Jakarta, 04 Agustus 2009 10.30wib

Bertepatan dengan ulang tahun saya yang ke 28 th sosok entertainer sejati yang mengawali karir dari kesederhanaan telah meninggal dunia, sosok yang banyak di kenal para komunitas penyanyi jalanan (pengamen), kalangan artis2 senior, kalangan artis2 muda, pejabat, dll. sosok tersebut bernama Urip Ariyanto atau lebih di kenal dengan Mbah Surip.

Pertama mengenal sosok mbah surip di salah satu warung apresiasi "Wapress" di bilangan bulungan / Blok M. sosok yang sangat fenomenal dan nyeleneh ini mempunyai banyak sekali teman, kerabat, fans, dan mitra kerja dengan penampilan yang seadanya dan sebuah gitar usang yang selalu "di gendong" kemana-mana dia selalu menghibur orang2 sekelilingnya...

Dua lagu yang di ciptakan "bangun tidur" & "tak gendong" inilah yang paling di kenal banyak orang, bahkan hampir seluruh indonesia dari puluhan atau bahkan ratusan lagu yang di ciptakan. ciri khas penampilan dan gaya yang sederhana dan apa adanya itulah yang membuat ribuan atau bahkan jutaan penggemarnya merasa kehilangan sosok entertainer sejati.

Di saat puncak kesuksesan seorang yang pernah mempunyai pengalaman bekerja di negara bagian amerika serikat dan bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan ini harus menghadap sang maha pencipta, penyakit yang selama ini di derita ternyata membuatnya harus bertekuk lutut saat beliau mencapai puncak karir. Hasil karyanya yang berjudul "tak gendong" ini membuatnya mempunyai penghasilan +/- 8.5 Milyar dari penjualan lagu berupa kaset, cd juga RBT (Ring Back Tone) HP.

Membeli sebuah Helikopter, adalah salah satu keinginannya yang hampir tersampaikan. konon mbah surip sudah mengajukan ke Polda untuk mendapatkan izin kepemilikan Helikopter... Fenomenal bukan... ya seperti itulah sosok mbah surip, baginya dengan mempunyai helikopter ingin mematahkan pendapat artis-artis luar negri yang melecehkan artis indonesia yang tidak mempunya pesawat / helikopter pribadi. dengan hasil penjualan lagu karyanya itulah dia berniat sekali untuk memiliki helikopter.

Sebuah Rumah dan Mobil MPV pun dia dapatkan secara cuma-cuma dari management artisnya yang baru, rumah yang terletak di salah satu area Kampung Artis itu rencananya akan dia tempatkan bersama keluarganya yang selama ini jauh dari jakarta dan berada jauh di jawa (Mojokerto). Sosok yang sangat tertutup pada media ini ternyata mempunyai seorang istri dan 4 orang anak, yang pastinya akan merasa sangat kehilangan dengan kepergian mbah surip.

Sebelum mempunyai kesibukan dan sebelum lagu "tak gendong" ini meledak, beliau sering sekali manggung / jam session di Wapress bahkan tak sungkan menyanyikan lagu2 karyanya yang pada saat itu orang-orang belum banyak mengenal sosok mbah surip dan karya-karyanya. Para karyawan Wapress dan teman-teman KPJ (Komunitas Penyanyi Jalanan) tak sungkan sungkan untuk bercanda, tertawa bersama dan saling ejek. tetapi karena kedewasaan sosok mbah surip inilah beliau tidak pernah merasa terhina dan berkecil hati jika di ejek sesama teman-temannya ini.

I Lop Yu Pool (I Love You Fool), kata-kata itu sudah saya dengar sekitar +/- 5/4 tahun yang lalu saat beliau jam session di Wapress. yang akhirnya sampai saat ini sudah menjadi "Trade Mark" bahwa kata-kata itu adalah menjadi ciri khas sosok mbah surip. Di sertai tertawanya dari mulut yang lebar serta senyum tiada henti itu membuat orang-orang yang di hiburnya sangat bergembira dan bisa melupakan sejenak masalah yang mereka hadapi.

Di saat ulang tahun saya inilah sosok mbah surip meninggal dan pergi untuk selamanya, banyak kenangan saat berjumpa dengan beliau. sosok yang sederhana, menyenangkan, fenomenal dan nyeleneh ini tidak akan saya jumpai di mana-mana. sempat terfikirkan bahwa Ulang Tahun saya yang ke 28 th ini Nothing Special, ternyata saya salah... ternyata sosok
yang saya sukai dan saya anggap sangat menyenangkan ini telah pergi.

Selamat Jalan Mbah Surip, semoga arwahmu tenang di sisi-NYA.

Amin...


regard's
iecal


*note : menurut berita yang beredar hari ini (Selasa, 04 Agustus 2009) mbah surip meminta di makamkan di dekat kediaman WS. Rendra (seniman senior), bahwa menurutnya tempat tersebut mempunyai kenangan sendiri.

Jumat, 19 Juni 2009

Lirik 'Get Me Gone - Fort Minor' sangat menginspirasi bwt gw... Bagikan


Perhatikan liriknya... Di sini seorang mike shinoda bercerita tentang awal dia bergabung dengan sebuah grup band dengan aliran Rock dan sebuah nama grup band yang di ambil dari salah satu nama taman terkenal di negara mereka (Lincolin Park). Terdengar seperti konyol lirik dan pengalamannya ini, tetapi jika kita bisa ambil inti dari lirik ini bisa sangat berarti, bagaimana sosok seorang mike shinoda bisa bergabung dengan sebuah grup band rock yg dengan bermodalkan keahlian nge'rap' dan main keyboard. Tetapi dengan kemampuannya spt itu bukan hal yang mustahil bahwa akhirnya mereka (Linkin Park) bisa menciptakan sebuah genre baru dalam dunia musik dengan cara menggabungkan Rap dengan Musik Rock. Hasilnya... Kalian bisa liat sendiri seberapa besar sebuah Band Linkin Park dengan segala keberhasilannya... Very inspired... (at least for me) :D
------------------------------------------------------------------

"Get Me Gone"

The dude, he said that, like, when we were making the first Linkin Park record
He was like, "Yeah you know, I don't know about the rapping like, I don't know... maybe you should just be a rock band."

You know what I mean, like, trying to change us
like they signed us as an act like what we sound like and then he's like
"Oh I don't know maybe you should just play keyboard"

Before the first song that you heard me on
There were people already tryin' to get me gone
Tellin' me to quit rapping
"Just play the keys"
That my band had a singer
They didn't need me
But my band had my back
So we did the tracks
Put out the album and the talk went flat
It was funny at first but then the humour faded
When some magazines printed that our label made us
We were to be good to be true
Some were saying ghost writers were writin' all that we do
So we had to disprove it
We spelled it out to the detail how we do it when we're making this music
After that I made it a rule
I only do e-mail responses to print interviews
Because these people love to put a twist to your words
To infer that you said something fucking absurd

Oh, did I lose you at infer?
Not used to hearing a verse that uses over first grade vocabulary words?
People used to infer that we were manufactured
Now I've got the interviews on file
Which people said what
Which number to dial
So now every enemy screaming insanity
All they're ever gonna be's another big fan of me... Bitch...

-----------------------------------------------------------------------------------------

Senin, 08 Juni 2009

Jika Tuhan Menghendaki

Saya tidak tahan mendengar cerita istri dan teman-temannya tentang anak-anak penderita kanker. Tentang penderitaan mereka selama pengobatan. Juga cerita bagaimana anak-anak itu terpaksa naik ojek atau bajaj seusai pengobatan kemoterapi. Sulit membayangkan dalam usia kanak-kanak seperti itu mereka sudah harus menghadapi cobaan hidup yang begitu berat.

Seusai proses kemoterapi, misalnya, kondisi fisik pengidap kanker selalu akan drop ke titik terendah. Mereka menjadi begitu rentan. Kemoterapi memang bertujuan membunuh sel-sel kanker. Tetapi sel-sel baik juga ikut mati. Belum lagi proses tersebut menyebabkan pasien mual-mual bahkan muntah. Pertahanan tubuh mereka menjadi sangat rapuh. Virus dengan mudah menyerang.

Kondisi semacam itulah yang menjadi kegalauan istri saya dan teman-temannya. Sebab selama ini anak-anak pengidap kanker yang ditampung di Rumah Kita, -- rumah singgah yang dikelola teman-teman istri saya -- untuk berobat ke RSCM biasanya naik ojek, bajaj, angkot atau bus. Baik pergi maupun pulang. Bayangkan, dalam keadaan kondisi fisik lagi drop, mereka harus berjuang dengan sarana transportasi yang tidak memadai. Sungguh tak terbayangkan penderitaan mereka. Maut juga begitu dekat dengan anak-anak tersebut mengingat udara Jakarta yang sarat polusi.

Kondisi tersebut membuat para pengurus Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI), tempat istri saya menjadi relawan, prihatin. Idealnya anak-anak itu naik kendaraan tertutup karena lebih aman dari polusi. Naik taksi, misalnya. Namun dengan kondisi ekonomi para arangtua anak-anak itu yang berasal dari kalangan bawah, naik taksi hanyalah impian. Sementara kemampuan keuangan yayasan juga masih terbatas untuk bisa membantu.

YKAKI didirikan oleh tiga perempuan. Dua di antara mereka pernah merasakan kehilangan anak tercinta akibat penyakit kanker. Pengalaman bathin yang mereka rasakan dan kepedihan ditinggalkan anak tercinta, membuat kedua ibu itu terpanggil untuk membantu anak-anak pengidap kanker yang berasal dari keluarga pra sejahtera.

Kedua ibu tadi, dibantu seorang teman, lalu mendirikan rumah singgah yang diberi nama Rumah Kita. Di Rumah Kita ini anak-anak penderita kanker dari berbagai daerah di Indonesia, beserta orangtua pendamping mereka, boleh tinggal selama masa pengobatan.

Sebelum ada Rumah Kita, para pengidap kanker dari keluarga tidak mampu terpaksa mengontrak rumah atau kamar selama masa pengobatan di Jakarta. Bisa dibayangkan, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah anak mengidap kanker, para orangtua masih harus pusing memikirkan biaya sewa rumah atau kamar selama pengobatan. Belum lagi biaya makan dan transportasi. Banyak keluarga para pengidap kanker yang akhirnya menyerah karena tidak mampu menanggung biaya tersebut. Akibatnya mereka tidak pernah lagi kembali untuk berobat.

Di Rumah Kita, mereka bisa menginap dengan biaya sangat murah. Setiap hari mereka hanya membayar uang lauk Rp 5.000 per hari. Nasi biasanya sudah tersedia dari bantuan beras dari para donatur. Jika keluarga pengidap kanker tidak mampu bayar, mereka akan dibebaskan alias gratis.

Selama pengobatan, pasien harus bolak-balik ke RSCM untuk dikemoterapi. Prosesnya bisa berbulan-bulan bahkan dalam hitungan tahun. Lama dan melelahkan. Menyita mental dan melemahkan fisik. Baik bagi pasien maupun orangtua mereka. Sementara ancaman virus terus membayang-bayangi. Naik taksi memang tidak otomatis meniadakan risiko tetapi setidaknya bisa menurunkan kemungkinan terjangkit virus.

Masalahnya, bagaimana mencari dana untuk ongkos taksi? Inilah masalah yang dihadapi pengurus YKAKI. Saya lalu teringat seorang kenalan yang menjadi pimpinan perusahaan Taksi Express. Kepadanya saya utarakan kesulitan yang dihadapi YKAKI. Respon yang saya terima sungguh mengharukan. Perusahaan bersedia memberikan voucher yang bisa digunakan sebagai alat bayar. Mereka akan mencetak sejumlah voucher dan memberikannya kepada YKAKI. Para pengidap kanker dapat naik taksi ini dan membayar dengan voucher tersebut.

Sampai di sini, semuanya tampak lancar. Tetapi apakah para pengemudi taksi tertarik pada program pembayaran menggunakan voucher ini? Apalagi mengingat jarak antara Rumah Kita dan RSCM terbilang dekat sehingga bayaran yang diterima pengemudi taksi tidak besar? Ditambah lagi selama ini juga ada anggapan penyakit kanker itu menular.

Belum lagi umumnya pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi gampang muntah. Para pengemudi tentu dirugikan jika harus membersihkan mobil mereka dari muntahan. Selain jijik, mereka akan kehilangan waktu potensial untuk mendapatkan penumpang.

Dari pembicaraan dengan para pimpinan Taksi Express, kemudian muncul gagasan untuk memberi “insentif” kepada para pengemudi agar menarik. Bonus apa yang menarik? Kami sepakat sembako bisa dijadikan insentif yang bermanfaat bagi para pengemudi.

Saya lalu menghubungi teman-teman di Sinar Mas. Saya utarakan tentang rencana insentif ini. Mereka langsung menyatakan dukungan dan memberi bantuan minyak goreng dalam jumlah yang cukup untuk enam bulan. Sungguh sebuah dukungan yang membangkitkan semangat.

Secara bersamaan saya juga menghubungi teman-teman di Alfamart. Mereka juga antusias. Singkat kata, rencana berjalan lancar. Saya kemudian tertarik untuk mengangkat kisah dua ibu tersebut dan perjuangan mereka mendirikan Rumah Kita di Kick Andy.

Pada hari yang ditentukan, kedua ibu tersebut akhirnya menjadi tamu Kick Andy. Di ujung acara, kedua perempuan tersebut menangis bahagia ketika Alfamart memberikan kejutan dengan menyumbangkan sebuah mobil Daihatsu Gran Max untuk alat transportasi anak-anak pengidap kanker itu. Sebagian besar penonton yang hadir di studio juga tak mampu membendung air mata suka cita.

Tapi, masalahnya, dari mana biaya untuk merawat mobil tersebut? Bagaimana dengan penggantian sukucadang? Saya lalu menghubungi teman-teman di perusahaan mobil Astra. Mereka dengan penuh semangat menyanggupi untuk memberikan sukucadang dan perawatan gratis bagi mobil tersebut. Semua berjalan bak air yang mengalir. Kadang saya tidak percaya semuanya bisa berjalan mulus, lancar, tanpa hambatan.

Hati saya – dan tentu saja para pengurus YKAKI – semakin bahagia manakala respon yang kami dapatkan dari para pengemudi Taksi Express juga positif. Mereka menyatakan dukungannya ketika kami berdialog dengan mereka di pool Taksi Express. Saya semakin percaya, jika Tuhan menghendaki, semua jalan akan terbuka.

Best Regard's


Sumber : kickandy.com